Kamis, 15 Oktober 2009

INILAH PROPOSAL HIDUPKU Hal 7

PROPOSAL HIDUP
Berusaha Menjalani Hidup dengan Sempurna Sebagai
Makhluk Tuhan yang Paling Sempurna

Latar Belakang Hidupku
Sekitar dua puluh tahun yang lalu aku terlahir di dunia ini. Ayahku memberiku nama Mudzakir Muhlisin. Awalnya aku tidak mengerti mengapa ia memberi aku nama itu. Bahkan bagiku, nama itu terlalu aneh. Tetapi anehnya pula, orang-orang disekelilingku sering memuji namaku adalah nama yang bagus. Apanya yang bagus? Sampai suatu saat ayahku memberi tahu arti nama itu dan akhir aku paham kalau itu memang nama yang tepat sampai-sampai tidak ada lagi alasan bagiku untuk tidak mensyukuri nama itu. Mudzakir berarti orang yang memberi peringatan, Muhlisin berarti orang yang ikhlas. Ayahku berharap aku menjadi orang yang baik. Tak hanya baik bagi diriku sendiri tetapi mau memberi peringatan kepada orang lain ke jalan kebaikan dengan ikhlas.
Aku terlahir 10 Mei. Ayahku bernama Ngatimin Harto Sugiono. Ibuku bernama Warijem. Mereka bukanlah orang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi. Bahkan Ibu saya tidak mampu menyelesaikan sekolah dasar karena tidak mempunyai biaya. Ibu saya adalah anak yatim sejak beliau masih berumur enam tahun. Beliau memutuskan untuk berhenti sekolah ketika beliau kelas lima SD karena ia ingin agar adiknya (bulek saya) bisa melanjutkan sekolah. Kata tetangga saya yang seumuran ibu saya, beliau sebenarnya pintar bahkan beliau selalu menjadi juara kelas. Tapi akhirnya ibu saya memilih bekerja membantu nenek saya berjualan di pasar untuk membiayai sekolah bulek saya. Pengorbanan beliau pun tidak sia-sia karena bulek saya dapat menyelesaikan sekolahnya dan menjadi istri seorang kepala sekolah SD.
Sedangkan ayah saya sejak kecil sudah bekerja berjualan makanan di dalam kereta api. Meskipun saya tidak terlahir manjadi anak orang kaya dan orang berpendidikan tinggi tetapi bagi saya, orangtuaku adalah orang terhebat, luar biasa, dan orang tua terbaik di dunia ini bagi saya. Merekalah yang mengajari aku tentang makna hidup, makna kebaikan, pentingnya sebuah ketulusan; kesabaran; pengorbanan, kejujuran dan semua hal yang dapat menuntunku menapaki dunia yang memang fana ini. Merekalah guru terbaik bagi saya.
Dunia ini memang hanya sementara, tetapi perjalananku terasa sangat panjang dan kadang terasa melelahkan. Meskipun demikian, kedua orang tuaku selalu memberikan aku

Google search

Custom Search